Aku Pun Mulai Malu

Malu pada tanah yang selalu diinjak
Namun tak pernah mengeluh kesakitan
Sedang aku selalu merasa kekurangan dan hina
Padahal aku sudah diberi tempat yang layak

Malu pada awan putih
Bersih tanpa noda
Sedang aku selalu mengotori hati ini
Padahal Tuhan telah berfirman untuk menjaga hati

Malu pada laut yang kaya isinya
Luas terbentang dimuka bumi
Sedang aku selalu menyombongkan diri
Padahal ilmu ku tak sebanding air laut beserta isinya

Malu pada bintang dan matahari
Yang selalu bersinar terang
Sedang aku merasa paling hebat
Padahal aku belum menyinari rumah piatu yang gelap

Dan Aku pun mulai malu
Pada gunung, hutang, dan air
Pada pelangi, senja, dan fajar
Pada tetesan embun, dan debu

Bahwa semuanya memiliki kharisma
Namun mereka hanya diam dalam pesona yang menakjubkan
Sedang aku masih sibuk mengurus diriku
Yang tak pernah puas dan lupa

Padahal Tuhan sudah memberi tanda
Pada setiap bentuk yang ada dibumi
Lantas nikmat apa lagi
Yang harus aku pertanyakan?

Sungguh, Aku pun mulai malu…!!

R. Leikawa
Ambon, 1 Juli 2015

Iklan

Perihal roesda11
Menghargai Pertemanan dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya, suka puisi dan juga photografy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: