Hadrat Saat Ramadhan : Perpaduan Arab, Melayu dan Eropa di Negeri Morella.

Budaya Hadrat di Negeri Morella

Budaya Hadrat di Negeri Morella

Morella merupakan salah satu negeri adat di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, dengan jumlah penduduk sebesar 3.150 jiwa, memiliki banyak tradisi adat dan budaya yang sering kali dilakukan di waktu tertentu, mulai saat awal Ramadhan, pertengahan, akhir hingga Lebaran tiba selalu ada tradisi yang wajib dilakukan oleh warga setempat, dan banyak kebiasaan-kebiasaan unik lainnya, sama halnya di daerah-daerah lain yang memiliki keunikan dan keragaman budaya masing-masing. Hal ini sangat memperkaya budaya adat istiadat di Indonesia.

Kali ini, saya ingin mengulas salah satu kebiasaan warga Morella saat bulan Ramadhan, yakni Ramadhan Hadrat atau sering disebut warga dengan hadrat di malam puasa, karena dilakukan di bulan Ramdhan pada saat menjelang Sahur.

Biasanya selesai sholat Tarawi para pemuda berpenampilan rapi dengan Jas (berwarna gelap), peci, sarung ditambah dengan selendangnya, berkumpul didepan Baeleu Tomasiwa**. Sambil menunggu Pemerintah Negeri dan Imam Masjid tiba di lokasi, para pemuda ini sudah siap di barisanya masing-masing, setiap barisan terdiri dari 5 sampai 7 orang, sambil melantungkan syair-syair berisi sholawat dan zikir, juga diiringan dengan bunyi rabana yang dimainkan oleh enam orang.

Hadrat Keliling

Hadrat Keliling

Jika di daerah perkotaan nuansa membangun sahur dengan cara yang lebih modern, nah di negeri Morella masih mempertahankan tradisi hadrat hingga saat ini. Meskipun tidak setiap hari masyarakat Morella melakukan Hadrat, namun dalam seminggu bisa dilakukan minimal dua kali setelah 10 Ramadhan pertama.

Saat syair yang berisi Sholawat dan zikir itu menggema di Negeri Morella jelang sahur, situasi malam Ramadhan semakin kental nuansa Islamnya. Peserta Hadrat yang melantungkan zikir itu keliling kampung dengan rapi, selendang juga diayungkan keatas dan kebawah, sementara warga juga ikut meramaikannya. iring-iringan hadrat yang dimulai dari depan Balai Desa ini juga diikuti oleh warga hingga finish di depan Masjid Raya Al-Muttaqim Morella, tentunya tradisi ini juga dikawal langsung oleh Pemerintah Negeri dan Imam Masjid,

Hadrat di Morella: Perpaduan Arab, Melayu dan Eropa

Tradisi hadrat di Negeri Morella juga merupakan perpaduan antara Arab, Melayu dan Eropa, hal ini dapat dilihat secara fisiknya saja para peserta menggunakan Jas yang mencirikan Eropa, peci dan sarung merupakan ciri khas orang melayu, sementara lantunang zikir dan sholawat yang bergema menggunakan bahasa Arab.

Sebenarnya Tradisi hadrat ini juga sering ditemui di daerah-daerah lainnya yang ada di Maluku, namun tidak semua daerah tersebut melakukannya di malam Ramadhan menjelang sahur. Hal ini hanya bisa ditemui di Negeri Morella, selain dilakukan menjelang sahur, masyarakat Morella juga melakukan Hadrat pada saat malam Lailatul Qadar, Lebaran Idul Fitri, Lebaran 7 Sawal, Lebaran Idul Adha dan juga terkadang pada acara pernikahan.(RL)

Keterangan :

Baeleu : Rumah adat Maluku, Tomasiwa: Nama Balai Desa Morella