Pesona Tradisi Morella di Bulan Ramadhan

Hantaran Langansa di Negeri Morella

Hantaran Langansa di Negeri Morella

Kali ini saya masih bersemangat menulis tentang tradisi Ramadhan di Negeri Morella, seperti pada tulisan saya sebelumnya tentang Budaya Hadrat di Negeri Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang merupakan perpaduan Budaya Arab, Eropa dan Melayu , nah kali ini saya ingin mengangkat lagi satu tradisi yang juga sering dilakukan pada bulan Ramadhan, yakni tradisi Malam Tujuh Lekur.

Seperti yang kita ketahui bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan mulia dan semua umat muslim di jagat raya ini memuliakannya dengan cara masing masing sesuai dengan adat dan tradisi yang sudah turung temurung.

Ada yang memanfaatkan waktunya untuk beribadah penuh di rumah dan Mesjid, ada yang suka bersedeqah dan lain sebagainya, tujuannya hanya untuk mendapat pahala semata.

Di Negeri Morella pun juga demikian, pendudukanya yang 100% muslim juga melaksanakan kewajiban-kewajiban itu. Dan juga melakukan tradisi adat yang sudah turung temurung, salah satu tradisi yang sering dilakukan tiap malam 27 Ramadhan adalah tradisi Malam Tujuh Lekur atau sering disebut Malam Langansa

Beragama Makanan dan Buah-buahan untuk Langansa di Negeri Morella

Beragama Makanan dan Buah-buahan untuk Langansa di Negeri Morella

Malam Tujuh Lekur atau malam Langansa adalah salah satu tradisi budaya Morella yang dilaksanakan untuk menyambut malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Sementara pengertian Langansa adalah Makanan atau buah-buahan ditaruh pada wadah, yang terbuat dari pelapah sagu (gaba-gaba), kemudian diantar ke Mesjid oleh para wanita . Malam Langansa di laksanakan pada malam 27 Ramadhan, dengan tujuan untuk menyambut Malam Lailatul Qadar.

Proses malam Langansa dimulai dari pengumpulan makanan dan buah-buahan oleh warga di setiap rumah Penghulu Mesjid, Tokoh-toko Adat dan Raja Negeri Morella (Kepala Desa), kemudian dihantarkan ke Masjid oleh para gadis dan juga Ibu-ibu usai ba’da Sholat Magrib. Setelah semuanya terkumpul di Mesjid, maka diadakan tarian dan nyanyian Hadrat oleh para pria sampai selesai, dalam syair Hadrat itu sendiri berisi zikir dan shalawat kepada Nabi, kemudian hantaran makanan dan buah-buahan tadi dibagi-bagikan lagi ke peserta hadrat dan anak-anak namun diprioritaskan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Usai proses langansa barulah dilanjutkan dengan Sholat Isya dan Tarawi.

Tarian dan nyanyian Hadrat

Tarian dan nyanyian Hadrat saat malam  Langansa di Negeri Morella

Seperti pada tulisan saya sebelumnya tentang Hadrat, bahwa Negeri Morella di setiap bulan Ramadhan, warga melaksanakan nyanyian Hadrat keliling kampung tujuannya untuk membangunkan sahur, dengan shalawat dan zikir yang dilantungkan benar-benar menghipnotis jiwa yang khusyu mengikutinya. Begitulah Rupa-rupa tradisi Ramadhan di Negeri Morella, hingga saat ini tradisi itu masih dijaga keasliannya, bahkan sampai lebaran pun masih banyak lagi tradisi-tradisi unik dan menarik lainnya, so tunggu ulasan saya berikutya. (RL)

Sengsara Tapi Nikmat

Berhubung semua Pesanan Tiket Pesawat Jurusan Manokwari-Ambon Penuh, karena berdekatan dengan Natal dan tahun Baru, maka pada tanggal 21 Desember 2011 dengan Terpaksa saya Bersama Teman2 memilih Untuk Naik Kapal Dorolonda dari Manokwari Menuju sorong…., dengan penuh harapan sesampai di Sorong akan lebih mudah untuk kita dapatkan Tiket Pesawat, atau paling tidak ada kerabat yg bisa memberi tumpangan untuk beberapa hari.., Kami yang waktu itu berjumlah 36 orang di tambah dengan beberapa rekan-rekan dari Maluku utara pun rela berdesak-desakan menaiki kapal dorolonda, Walau Terpaksa tapi cuma itu jalan satu-satunya untuk harus keluar dari Kota Manokwari yang Kondisinya Lagi memanas akibat kerusuhan antar Suku… Pemandagan yang sangat tidak enak di mata adalah banyak sekali penumpang yang menumpangi kapal dorolonda.. ada yang rela tidur di luar, depan Toilet, bahkan diatas Tangga, sampai kami kesulitan untuk melewatinya.. benar-benar padat..

    Di pertengahan jalan kami di terpa angin, Hujan deras, Ombak pula… , banyak penumpang yang rela basah, anak-anak kecil, orang tua bahkan ada Ibu Hamil juga yang pada saat itu melahirkan di tengah sempitnya Dorolonda . Ada Juga pemandangan yang lucu.. beberapa penumpang karena tidak dapat tempat .. mereka rela Tidur berdiri.. saya tidak  habis mikir.. Pelayanan apa seperti ini,, Pihak Dorolonda hanya mengejar Duit tapi tidak utamakan keselamtan.

Enam Jam Lagi Kami akan sampai di Kota Sorong Para petugas pun Mulai bereaksi memeriksa Tiket.. sampai pada giliran kami di periksa.. saya bersama teman2 sengaja tidak mau memperlihatkan Tiket kami.. , dan kami pun mulai berdebat.. masalah banyaknya penumpang yang tidak mendapatkan tempat yang layak… basah kuyub.. semua barang-barangnya juga ikutan basah.. Palayanan macam apa ini,, Tapi sebagai warga Negara yang baik kami tetap ikut peraturan dengan memperlihatkan Tiket kami walau harus berdebat dulu… sebenarnya banyak kejadian-Kejadian Aneh… Tapi Yang Paling terpenting dalam perjalan itu adalah.. saya lebih Mengenal Allah SWT atas smua penciptaannya, saya bahagia karena punya banyak Teman.. walau harus bersusah susah namun kebersamaan kita waktu itu benar-benar tidak terlupakan… ..

Ini yang namanya Sengsara Tapi Nikmat………. 😀

Makasih Buat semua sahabatku

Berikut ini ada beberapa gambar yang sengaja saya sisipkan untuk melengkapai tulisan saya.. ini adalah para penumpang yang terlantar

Lebaran di Negeri Morella

Rusda Leikawa :

Iring-iringan Hadrat ke Mesjid Al-Muattaqim Morella

Iring-iringan Hadrat ke Mesjid Al-Muattaqim Morella

Minggu 20 September 2009 bertepatan 1 Syawal 1430 H, suasana Kemenangan & kebahagiaan menyelimuti hati setiap kaum muslimin di persada bumi ini, rasa syukur atas fitrah yang didapat  di lakukan dengan berbagai cara dari mulai salam-salaman saling memaafkan, tua mudah, kecil besar, semuanya pada minal aidin, bahkan tradisi uang salawat atau sering disebut ampao pun tidak ketinggalan. Hal ini adalah umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Namun ada yang berbeda dengan kebiasaan ini, kebiasaan yang mungkin sedikit dilakukan oleh orang Maluku, salah satunya yakni Morella.  Morella adalah salah satu negeri adat di pulau ambon yang terletak di pesisiran jazirah leihitu Kabupaten Maluku tengah dengan luas tanahnya kurang lebih 24 km bujur sangkar dengan jumlah penduduk kurang lebih 4798 jiwa (Sumber ; kantor pemerintah Negeri Morella 2007), Negeri Morella dalam  setiap lebaran diadakannya tradisi Hadrat pada 1 syawal dan tradisi Pukul Menyapu pada 7 Syawal atau 7 hari setelah 1 syawal. Ini bukan hal baru lagi buat masyarakat Morella dan Maluku pada umumnya, namun sudah menjadi tradisi turung temurung sejak 3 abad yang lalu.

Di negeri Morella , biasanya setiap hari raya idul fitri 1 syawal , selesai Sholat Ashar para pemuda berpenampilan rapi dengan Jas Hitam, peci, sarung ditambah dengan selendangnya, berkumpul didepan Baeleu Tomasiwa. Sambil menunggu aparat desa, para pemuda ini sudah pada barisanya masing-masing, biasanya setiap barisan terdiri dari 7 orang.

Ashar, suasana Jalan Telukabessy Morella dipenuhi oleh masyarakat untuk menyaksikan Hadrat yang dibawakan oleh para pemuda Morella. Tarian Hadrat yang syairnya berisikan  berupa sholawat Nabi ini dilantungkan dengan penuh suka cita oleh para pemuda Morella. Mendengar syair-syair itu membuat situasi  lebaran semakin asyik nuansa islam terasa kental. Iring-iringan Hadrat akhirnya sampai juga di depan Mesjid Al-Muttaqim Morella & seperti biasa penyambutan Hadrat dari desa Tetangga Mamala pun tiba. Sempat terlihat situasi yang penuh kekeluargaan. Pertemuan antara pemuda Morella dengan mamala dalam satu lingkaran Hadrat dan di akhiri dengan salam-salaman. Tradisi ini hanya bisa kita temui di Negeri Morella. <russ>

09-20-09-175646

09-20-09-175918