Misteri Pantai Namanalu (Lubang Buaya)

Pantai Namanalu-Lubang Buaya Morella

Dokumentasi Pribadi : Pemandangan Sunset di Pantai Namanalu – Lubang Buaya Morella

Blog post ini diikutsertakan dalam Kontes Blog #IniMaluku yang diadakan oleh http://www.hekaleka.org/

Pantai Namanalu atau sering juga disebut Lubang Buaya terletak di Negeri Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Negeri Morella merupakan salah satu negeri adat di Kecamatan Leihitu, dengan jumlah penduduk sebesar 3.150 jiwa, memiliki beberapa pantai yang sering dikunjungi oleh wisatawan, diantaranya adalah Pantai Letang, Pantai Tanjung Setang, Pantai Namanalu (Lubang Buaya), Pantai Tilepuai, dan Pantai Moki. Kelima pantai ini memiliki keindahan dan keunikan yang berbeda, selain itu juga punya sejarah dan cerita mistik yang sampai saat ini masih diyakini oleh warga setempat.

Namun pada tulisan ini, saya hanya akan mengulas sedikit tentang Pantai Namanalu, karena belakangan banyak yang lebih sering berkunjung kesitu, hanya untuk sekedar refresing, mengabadikan foto dipinggiran pantai, atau untuk menyelam. Sebelum pantai ini dikenal banyak orang khususnya warga kota Ambon biasanya hanya beberapa para penyelam saja yang sering datang ke pantai Namanalu.

Seiring dengan perkembangan media, foto-foto keindahan bawah laut Pantai Namanalu mulai menyebar di media social, beberapa komunitas pecinta wisata pun mulai mengabadikannya di youtube dan media social lainnya.

Namun tahukan anda, bahwa pantai Namanalu yang berbentuk huruf U itu, selain memiliki keindahan bawah laut, juga memiliki kisah yang belum diketahui oleh publik.

Sejarah “Nama Pantai Namanalu”

Konon ceritanya, sekitar tahun 1600-an yang lalu, datang seorang Lelaki dari Negeri Hutumury yang bernama “Nalu”, beliau datang seorang diri untuk membantu masyarakat yang ada di Benteng Kapahaha melawan para penjajah (VOC Belanda).

Nalu yang waktu itu datang dengan perahu dan mampir disalah satu dusung yang tidak jauh dari benteng Kapahaha. Dusung itu sampai saat ini, warga Morella menyebutnya NAMANALU, yang artinya, Nama; Labuan, dan Nalu; orang pertama yang datang di dusung. Hingga kini dusun Namanalu tersebut dijaga oleh anak cucu Marga Thenu yang ada di Morella.

Pada saat perang Kapahaha, Nalu yang juga disebut warga Morella sebagai Tete Nalu, konong memiliki kekuatan dalam ilmu perang, sehingga dia diangkat oleh para petinggi adat di benteng Kapahaha sebagai Wakil Kapitan Telukabessy.

Dalam lembaga adat Saliwangi Kapahaha, Nalu bersama dengan Telukabessy berada pada Lembaga Pertahanan dan Keamanan. Pada saat setiap melakukan peperangan dirinya selalu ada dibelakang Kapitan Telukabessy.

Nalu tinggal di benteng Kapahaha selama 10 tahun, dan tidak bisa lagi kembali ke Hutumury, karena masyarakat Hutumury yang mulanya beragama Islam telah berpindah keyakinan ke Agama Kristen. Dirinya memutuskan untuk menetap di Kapahaha dan menikah disana hingga melahirkan anak cucu marga Thenu sampai saat ini di Negeri Morella.

Begitulah awal mula penyebutan nama Pantai Namanalu, terkait dengan sebutan lainnya seperti Pantai Lubang Buaya, sebenarnya sampai saat ini,  tidak ada pembuktian bahwa adanya buaya di pantai Namanalu, namun berdasarkan cerita turung temurung, warga meyakini di pantai Namanalu memiliki penjaga gaib yang kadang berwujud ikan besar atau pun seekor buaya, Waallahualam, penjaga gaib itu hanya akan muncul bagi orang yang berniat jahat atau pun ingin merusak daerah sekitar.

Jadi tak perlu takut dengan sebutan Lubang Buaya atau pun ragu untuk datang kesana, karena  tidak ada buaya di pantai Namanalu, Namun untuk menjaga kelestraian pantai dan laut adalah tanggung jawab kita bersama.

Bagi anda yang belum pernah berkunjung ke pantai Namanalu-Lubang Buaya Morella dan ingin datang kesana, maka anda hanya akan butuh waktu paling lama dua jam perjalanan dari pusat kota Ambon, selanjutnya bisa anda nikmati sunset, keindahan bawah lautnya, bisa juga memancing ikan atau pun berkemah dipinggirang pantai Namanalu. (RL).