Oh Negeri ku Indonesia

???????????????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

Oh Negeri ku Indonesia

Apa kabar dirimu…?
Aku mencemaskan masa depanku
Yang ditangan para orang dewasa hanya memikirkan mereka sendiri…
Aku mencemaskan diriku
Yang tak pernah mengerti tingkah orang dewasa di Negeri ini

Oh Negeri Ku Indonesia…
Apakah kau mencemaskan diriku yang masih kecil ini..?
Apakah kau pernah mengkhawatirkan aku yang tak berdosa ini..?
Apakah kau sering memikirkan masa depanku kelak..?

Oh Negeri ku yang bernama Indonesia..
Aku takut dengan kekerasan
Aku takut jika tak dapat belajar
Aku takut jika tidak diberi ruang untuk bermain
Aku tak mengerti dengan istilah Pelecehan Seksual terhadap anak-anak
Aku tak mengerti kenapa masih ada orang dewasa
Yang tega mempekerjakan kami untuk mengumpulkan uang dijalanan

Oh Negeri ku Indonesia
Banyak hal yang tak aku pahami di negeri ini
Tingkah Orang Dewasa yang semena-mena pada kami
Aku tak mengerti

Oh Negeri ku Indonesia..
Sampaikan salam ku pada Bapak Presiden, Bapak/Ibu Menteri, Bapak Gubernur
Bapak Polisi, Bapak Jenderal, Bapak Ibu yang sering-sering disebut wakil rakyat, Bapak Ibu yang katanya pelindung anak-anak..
Katakan pada mereka,
Bahwa aku sangat mencemaskan masa depanku..!

R.  Leikawa
Ambon, 29 April 2014
16.56 WIT

Iklan

Putidja

Walau mereka melupakanmu
Walau mereka tak mengenalimu
Walau mereka hilangkan jejakmu

Tapi kami mengenalimu
Tapi Kau selalu dihati kami
Karena darahmu mengalir dalam tubuh ini

Putidja…
Engkau yang berbangsa kulit putih
Rela mati demi suami tercinta
Engkau yang berbeda dari kami
Mati ditangan Bapa demi membela tanah yang kami punya

Putidja…
Engkau memang tak butuh pengakuan mereka
Engkau memang tak berharap untuk dikenang
Namun…
Engkau Tetap Pahlawan kami
Engkaulah Srikandi Kapahaha

Putidja..
Mungkin Negara kami tak mengenalimu
Atau bahkan pura-pura melupakanmu
Namun..
Engkau terlanjur lahir sebagai Perempuan hebat
Engkau Tetap Pahlawan kami
Engkaulah Srikandi Kapahaha

R. Leikawa
Ambon, 21 April 2014
13.45 WIT

“Putidja adalah Seorang Gadis Belanda yang dibesarkan oleh masyarakat pribumi di Benteng Wawane.  Pada tahun 1646 Putidja turut membantu mempertahankan Benteng Kapahaha dari serangan VOC Belanda (Perang Hitu Ambon). Selama perlawanan Putidja terluka dan meninggal karena dibunuh oleh Kapten Verheiden yang tak lain adalah Ayah Kandungnya sendiri.
Putidja adalah Istri Telukabessy, Panglima Perang Benteng Kapahaha. Dia rela mati demi menyelamatkan suami tercinta”.

Benteng Kapahaha terletak di Negeri Morella Kecamatan Leihitu,  merupakan salah satu benteng alam yang bertahan pada saat perang Hitu di Ambon.