BELAJAR UNTUK BERJIWA BESAR

Manusia adalah makhluk yang  tak luput dari kesalahan dan tak kan pernah kita temui kempurnaan pada dirinya. Marah , khilap, lalai itulah sifat yang melekat pada diri manusia. Tanpa kita sadari amarah, rasa benci dan dendam itu justru melemahkan ketahanan pribadi kita.

Dan mungkin kita sendiri adalah orang dari sekian banyak manusia yang pernah disakiti, rasa sakit hati hingga menimbulkan rasa benci, marah bahkan dendam kadang membuat kita tak dapat mengontrol diri, terasa api yang berkobar dalam diri semakin meluap-luap saat orang yang kita percayai mengkhianati kita, saat orang yang kita sayangi berpaling dari kita, saat partner bisnis kita membuat curang, saat kita terpropokasi isu, saat itu pula rasa marah dan ingin bertindak balas dendam datang dan mengajak kita untuk melakukan hal bodoh yang tidak pantas untuk dilakukan.

Lalu apa yang terjadi dengan hati kita? Bila disakiti berkali-kali?  Saya bahkan jadi malu pada diri sendiri, bila saya terlanjur marah, padahal kita ketahui bersama bahwa Rasulallah tidak pernah menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang demikian.

Dikisahkan dalam riwayat, dari Abu Hurairah ra : “ ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi, “Berilah aku wasiat”, Rasulallah Saw Berabda, “ jangan marah!”, beliau mengulang-ulang beberapa kali ucapan, “ jangan marah!!!”. (HR Bukhari).

Lalu apa yang terjadi dengan hati kita? Bila disakiti berkali-kali?  Saya akan terus bertanya pada diri saya sendiri, bila rasa itu ada….!!

Manusia, ya manusia selalu menginginkan kesempurnaan, merasa paling hebat, bahkan kadang tak mau menerima kekurangan orang lain, merasa paling tinggi derajatnya, egois, sampai-sampai tak mau melihat kebawah, padahal belum tentu juga kesempurnaan itu berpihak pada kita seutuhnya… lantas bagaimana bisa kita mengerti dan memahami orang lain, sementara dalam diri masih ada kesombongan. Saat kesalahan berpihak pada kita, kita tak mau mengakuinya, tetapi jika tidak merasa puas dengan apa yang didapati, justru kita yang merasa tidak memperoleh keadailan, lalu sampai kapan kita bisa menerima kenyataan dan berjiwa besar, bahwa dunia ini bukan punya pribadi….????

10-10-2010

13;10 WIT

Iklan