Fasilitator PNPM, Pahlawannya Masyarakat Miskin

Setelah beberapa menit termenung diruang kerja, akibat memikirkan masalah di Program Nasional Pemberdayaan Mayarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) yang semakin tak jelas ini, tiba-tiba saja telpon genggam saya bergetar tanda ada pesan di inbox, “ibu kapan katong gajian..? katong su seng ada uang lae” dengan menggunakan bahasa Ambon seorang Fasilitator Kecamatan (FK) PNPM MPd menanyakan kapan mereka mendapat haknya via sms, ini bukan sekali saya mendapat sms seperti itu, tapi bahkan setiap hari, pertanyaan seperti ini sangat membuat saya tidak tenang, karena bukan cuma mereka saja yang belum mendapat hak itu, tapi kami pelaku PNPM-MPd ditingkat Kabupaten juga mengalami hal yang sama, lantas apa yang harus saya katakan, saya bukanlah pengambil kebijakan, karena masih ada yang lebih pantas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, hanya dengan mengandalkan semangat dan memotivasi diri sendiri yang membuat saya bertahan, hal itu pun saya coba tularkan pada teman-teman Fasilitator ditingkat Kecamatan, walau demikian saya juga memberi apresiasi kepada mereka, karena sekalipun tidak digaji selama beberapa bulan terakhir ini, namun mereka tetap menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang Fasilitator.

Lantas, apa hubungan Fasilitator dengan Pahlawannya Masyarakat Miskin..?

Yang jelasnya sangat berhubungan, bayangkan saja dalam kondisi tak digaji pun mereka masih dengan semangat memberi pendampingan ke masyarakat perdesaan dan memfasilitasi kegiatan, bahkan sampai ke Pelosok-pelosok, mereka rela tinggalkan anak istri, mereka rela korbankan waktu istirahat, kerja dari pagi bahkan sampai malam, hanya untuk masyarakat, hanya untuk menjalankan misi memberantas kemiskinan. Tapi apa yang mereka dapatkan saat ini..? hak mereka belum terlunaskan, bagaimana nantinya dengan pertanggungjawaban mereka sebagai seorang suami dirumah, sebagai istri, sebagai anak..?? Fasilitator Kecamatan bukan robot yang bisa seenaknya ditekan tombol power on, tapi mereka juga manusia, mereka diharapkan untuk menyelesaikan progress dengan cepat, tapi mana kesejateraan dari pemerintah kepada mereka..? katanya program pemberdayaan, tapi nyatanya tidak bisa memberdayakan Fasilitatornya. Ach mungkin ini hanya sedikit rasa kekesalan saya atas kondisi yang penuh dilematis ini, maju kena mundur juga kena. Namun Fasilitator pantas mendapat gelar Pahlawannya masyarakat miskin.

Yang saya tahu kehadiran Fasilitator ditengah masyarakat sangat dirasakan manfaatnya pada saat melakukan pendampingan terhadap mereka. Tahun 2012 lalu, bahkan salah seorang kelompok anggota Simpan Pinjan Perempuan (SPP) PNPM MPd pernah mengatakan kepada saya, bahwa dirinya sangat merasa bersyukur dengan kehadiran FK di Desanya, karena mampu memberi solusi dalam membantu masyarakat khususnya ibu-ibu kelompok SPP dalam menjalankan usaha mikronya, menurutnya setiap apa yang dijelaskan oleh Fasilitator sangat mudah untuk dipahami, selain FK ada juga yang kita kenal dengan Fasilitator Teknik (FT), FT ini juga sangat berperan aktif di PNPM tingkat Kecamatan, karena selain mampu memberi pendampingan, seorang FT yang bekerja sama dengan FK memberi pelatihan kepada pelaku PNPM tingkat Desa yang sudah tentunya pelaku-pelaku tersebut merupakan masyarakat yang dipercayakan untuk menjalankan program Desa.

Panas-panasan, hujan-hujanan, pagi atau malam sudah tidak dihiraukan lagi oleh teman-teman FK dan FT, karena mereka ingin menyelesaikan pekerjaan secepatnya dengan baik, bukan karena merasa dikejar oleh target RKTL, bukan juga karena merasa ditekan oleh atasan, tapi saya yakin mereka tulus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya masyarakat perdesaan. Ketulusan itulah, membuat mereka disenangi oleh masysarakat. Coba saja ke Kecamatan, pasti semua orang akan kenal dengan FK dan FT PNPM-MPd. Saya yakin masih banyak cerita tentang keberhasilan Fasilitator Kecamatan, masih banyak cerita pilu FK dan FT ditengah berbagai masalah yang tak ada titik terangnya, ditengah kondisi ekonomi yang semakin terpuruk ini.

Satu pesan saya untuk mereka, “Fasilitator Kecamatan adalah Pahlawannya masyarakat miskin, kalian adalah ujung tombak PNPM MPd, tetaplah berjuang untuk menjalankan misi awal memberantas kemiskinan, tetaplah semangat dalam menjalankan tugasmu walau badai selalu datang menerpa, tetaplah tersenyum disaat kau berduka, karena senyummu selalu dirindukkan” .

** Katong: Kita, Su : Sudah, Seng : Tidak, Lae : Lagi

Masohi, 14 Juni 2013, 14.30 WIT

Rusda Leikawa Baca pos ini lebih lanjut

Iklan