Pemuda Kurus

Pemuda Kurus…
Tak begitu hitam menyala
Manis, pipi congkang
Terlihat sedikit tulang belulang
Namun , terdapat semangat baja

Pemuda kurus
Langkah panjang, terdengar pelan
Tapi pasti sampai tujuan
Seperti niat yang tak pernah meleset

Pemuda kurus
Suaramu besar seperti angin ribut
Tapi berhati sejuk seperti salju
Ku rasa hangatnya cinta lewat matamu yang juga besar

Dari sekian banyak yang datang dan pergi
Kau juga pemberi pesan kasih
Meski sedikit berpura-pura
Namun ku tahu dari aroma bau badanmu

Pemuda kurus
Yang selalu buat ulah
Mengalihkan perhatian
Bahkan mengacaukan pikiran

Pemuda kurus
Lama tak hadir lagi
Menghilang setelah senja
Berharap jumpa saat fajar itu datang

Namun ..
Pemuda kurus tak kunjung datang
Ach ..
Mungkin daku rindu

Rindu melihat bajumu yang longgar
Dan topi yang tak pernah dicuci
Rindu suara dan ulahmu yang lucu
Rindu melihat sendal jepit andalan
Dan suara langkah yang pelan

Pemuda Kurus
Mungkin aku sedang jatuhPemuda Kurus 1
Jatuh cinta pada kebiasaan anehmu
Yang lama hilang

Pemuda kurus
Jika masih ada hari esok
Untuk bersua lagi
Datanglah…,
Datang dengan tubuhmu yang kurus itu
Karena ku masih menunggumu sampai fajar tiba

R. Leikawa
Waeheru, 4 Desember 2014
23.00 WIT

Iklan

Perihal roesda11
Menghargai Pertemanan dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya, suka puisi dan juga photografy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: