Putidja

Walau mereka melupakanmu
Walau mereka tak mengenalimu
Walau mereka hilangkan jejakmu

Tapi kami mengenalimu
Tapi Kau selalu dihati kami
Karena darahmu mengalir dalam tubuh ini

Putidja…
Engkau yang berbangsa kulit putih
Rela mati demi suami tercinta
Engkau yang berbeda dari kami
Mati ditangan Bapa demi membela tanah yang kami punya

Putidja…
Engkau memang tak butuh pengakuan mereka
Engkau memang tak berharap untuk dikenang
Namun…
Engkau Tetap Pahlawan kami
Engkaulah Srikandi Kapahaha

Putidja..
Mungkin Negara kami tak mengenalimu
Atau bahkan pura-pura melupakanmu
Namun..
Engkau terlanjur lahir sebagai Perempuan hebat
Engkau Tetap Pahlawan kami
Engkaulah Srikandi Kapahaha

R. Leikawa
Ambon, 21 April 2014
13.45 WIT

“Putidja adalah Seorang Gadis Belanda yang dibesarkan oleh masyarakat pribumi di Benteng Wawane.  Pada tahun 1646 Putidja turut membantu mempertahankan Benteng Kapahaha dari serangan VOC Belanda (Perang Hitu Ambon). Selama perlawanan Putidja terluka dan meninggal karena dibunuh oleh Kapten Verheiden yang tak lain adalah Ayah Kandungnya sendiri.
Putidja adalah Istri Telukabessy, Panglima Perang Benteng Kapahaha. Dia rela mati demi menyelamatkan suami tercinta”.

Benteng Kapahaha terletak di Negeri Morella Kecamatan Leihitu,  merupakan salah satu benteng alam yang bertahan pada saat perang Hitu di Ambon.

Iklan

Perihal roesda11
Menghargai Pertemanan dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya, suka puisi dan juga photografy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: