Duel Darah Tanpa Dendam

Duel darah tanpa dendam, itulah yang terjadi di Negeri Morella, Sepasang pemuda bertelanjang dada saling mencambuk punggung dan dada pasangannya hingga berdarah dengan puluhan lidi enau dengan panjang rata-rata sekitar 1,5 meter, dibawah terik matahari  yang begitu terasa panasnya para pemuda itu pun menunjukan keberanian dan ketangkasannya, luka dan percikan darah yang terlihCIMG1036at ditubuhnya pun tidak mengurungkan niat apalagi  menimbulkan rasa dendam, akan tetapi justru sebaliknya membangkitkan semangat mereka, bahwa apa yang meraka rasakan ditubuhnya saat ini, tidak sebanding dengan apa yang telah dipertaruhkan oleh para pejuang, pada perang berdarah di benteng kapahaha yang telah berlalu. Hal ini sudah menjadi tradisi tahunan sejak tahun 1646 M dan turun- temurun sampai sekarang.

Minggu 27 september 2009/ 7 syawal 1430 H, didepan Mesjid Raya Al-Muttaqim Morella , tradisi Pukul Sapu Lidi ini diselenggarakan, tidak seperti biasanya ,kali ini turut pula yang hadir sejumlah raja dan perwakilan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara dalam acara ritual adat tersebut, mereka adalah KRAT Masud Toyib Hadiningrat (Kerajaan Solo), Raja Gede Surata (Kerajaan Bali) dan Raja Zainal (Putra mahkota Kerajaan Fatagar Fak-Fak), Raja Abdul Hakim Ahmad Aituarauw (Raja Kaimana), Putri Mahkota Hedi (Kerajaan Kaimana). Tampak pula ribuan pengunjung yang berdesak-desakan untuk menyaksikan acara tersebut. Seusai prosesi pukul sapu lidi, tubuh para pemuda yang sudah terluka diobati dengan getah daun Jarak. Meskipun tubuhnya terluka namun tak ada dendam diantara mereka, itulah keunikannya. Tradisi Pukul Sapu Lidi merupakan  suatu aset budaya Indonesia, Maluku dan orang Morella pada Khususnya, olehnya itu harus terus dipelihara dan dikembangkan.  <rusda>

Iklan

Perihal roesda11
Menghargai Pertemanan dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya, suka puisi dan juga photografy.

14 Responses to Duel Darah Tanpa Dendam

  1. zipoer7 says:

    Salam Takzim,
    Maap melanjutkan komentar tentang duel ini tetap aja harus ada yang menang dan yang kalah walau tidak ada dendam, sejauh mana kita dapat mengetahui yang menang maupun yang kalah, mohon pencerahannya
    Salam Takzim Batavusqu

    • russ says:

      dalam tradis pukul sapu lidi ini tidak akan ada kalah atau menang, karena tujuannya :
      1). tradisi ini dilakukan utk mengenang para pahlawan yang telah mendahului kita,dengan luka berdarah yang ada pada tubuh pemuda itu akan selalu mengingatkan kita akan perang Kapahaha berdarah. bahwa betapa pentingnya sebuah pengorbanang demi bangsa & tanah air.
      2). tradisi ini juga dilakukan sebagai ajang silaturrahmi antar masyarakat baik itu lokal maupun interlokal(karena itu ditetapkanya tari sapu lidi dilaksankan pada 7 sawal, dimana masih terasa suasana lebaran),
      3). pertemuan para anak cucu Malesi & kapitan (raja/sultan),yang dulu pernah ikut serta berjuang mempertahankan benteng Kapahaha dari Penjajah.
      4). Memperkaya Budaya Indonesia, dan jgn sampai hilang oleh zaman .

      • zipoer7 says:

        Salam Takzim
        Terima kasih atas pencerahannya, sungguh tradisi yang unik yang baru pertama kali saya simak dalam sajian sahabat di tanah ambon
        Salam Takzim Batavusqu

  2. batavusqu says:

    Salam Takzim
    Mengunjungi sahabat membawa sumpah agar tetap satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa ========>INDONESIA
    Salam Takzim Batavusqu

  3. zipoer7 says:

    Salam Takzim
    berkunjung di sore hari membawa kabar gembira tentunya, semoga Roesda juga berada dalam kebahagiaan bersama keluarga
    Salam Takzim Batavusqu

  4. Ping-balik: Warisan Telukabessy di Maluku « Batavusqu

  5. zipoer7 says:

    Salam Takzim
    Ada sajian yang sama di rumah saya ditengok ya
    Salam Takzim Batavusqu

  6. redalatukau says:

    sy suka’!

  7. redalatukau says:

    kenapa ta bls punya sy,,,?

  8. Ping-balik: Tradisi perang sapu lidi | Batavusqu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: