Jejak Islam Di Negeri Morella

Jejak Islam Di Negeri Morella

Negeri Morella sebagai satu negeri adat yang terletak di daratan jazirah Leihitu memeliki latar belakang sejarah dan budaya yang sangat menarik untuk dikaji, salah satunya  adalah dari sudut pandang perkembangan islam. Negeri Morella adalah salah satau daerah penyeberan Islam di wilayah jazirah leihitu, hal ini terbukti dengan adanya peninggalan-peninggalan peradaban islam yang masih dapat ditemukan sampai saat ini.

Masuknya agama islam di negeri Morella dimulai sejak abad Ke-8 M yang dibawakan oleh penyiar islam dari timur tengah. Karena lepas dari percaturan politik yang terjadi pada zaman Mu’awiyah di Timur Tengah, para Mubaligh telah keluar membuka ekspansi dakwahnya, baik yang terpancar melalui gaungnya kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara maupun dinasti Tang di Negeri Cina.

Negeri Morella dahulunya terbagi menjadi empat negeri lama yang berada dikawasan pegunungan negeri itu, yakni Iyal Uli, Ninggareta, Putulesi dan Kapahaha. Pada masa itu Iyal Uli dijadikan sebagai pusat Keagamaan sementara Kapahaha (Benteng Kapahaha) dijadikan sebagai pusat pemerintahan.

Pesatnya perkembangan islam di negeri Morella pada waktu itu, menjadikan masyarakatnya sebagai masyarakat yang religius dan taat beribadah. Pada saat terjadi perlawanan terhadap Bangsa Kolonial Belanda di benteng Kapahaha, semangat perlwanan yang dipimpin oleh Kapitan Telukabessy (Ahmad Leikawa) pada waktu itu sangat berapi-api karena dipengaruhi oleh ajaran Jihad fi Sabilillah yaitu jihad di jalan Allah melawan para kaum Kafir (Belanda), hal ini sebagaimana yang diceritakan  oleh Imam Rijali dalam Hikayat Tanah Hitu.

Sementara itu, karena pusat keagamaan pada saat itu berada di Negeri Lama Iyal Uli yakni ± 2,5 KM arah selatan negeri Morella, maka sampai saat ini di negeri Morella para pengrus masjid atau dalam istilah masyarakat Negeri Morella disebut “Parenta” seperti Iamam, Khatib, Modin dsb, adalah orang-orang dari keturunan leluhur yang pernah tinggal di negeri lama Iyal Uli yakni dari Marga Latulanit, Lauselan, Wakang, Tawainlatu dan Pical.   

Jejak perkembangan islam di Iyal Uli sebagai pusat keagamaan pada masa itu masih dapat ditemukan sampai saat ini yaitu berupa pondasi masjid tua Iyal Uli dan “Halwat” yaitu tempat yang digunakan oleh para penyiar islam untuk meminta petunjuk Allah. Selain itu, beberapa mushaf Al-Qur’an tua yang ditulis dengan tangan juga masih dapat ditemukan sampai sekarang.

Peninggalan-peninggalan  tersebut sampai saat ini memang masih dapat dilihat dengan mata, namun kondisinya kian hari semakin meperihatinkan. Lingkungan yang kurang menudukung baik dari fakor alam maupun manusia membuat benda-benda tersebut hampir punah. Hal ini tentunya sangat disayangkan  mengingat tingginya nilai histories yang dimilikinya. Sampai saat ini memang belum ada langkah-langkah penanganan khusus dari pihak-pihak terkait utamnya pemerintah terhadap benda-benda bersejarah tersebut, meskipun demikian langkah-langkah perawatan seadanya sampai kini masih tetap dilakukan oleh masyarakat meskipun hal itu tidak terlalu maksimal mengingat keadaan masyarakat yang serba terbatas baik dari segi materil maupun imateril.

Harapan kita semoga saja kesadaran semua pihak untuk tetap melestarikan benda-benda bersejarah tersebut tidak pudar dimakan zaman, agar ia akan selalau bercerita kepada generasi mendatang atas perjuangan dan pengorbanan leluhur serta spirit islam yang pernah membangkitkan negeri ini. Amin.

Iklan

Perihal roesda11
Menghargai Pertemanan dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya, suka puisi dan juga photografy.

2 Responses to Jejak Islam Di Negeri Morella

  1. puspa pa latukau says:

    mantap tulisan dan sejarahnya semoga menjad inspirasi untuk generasi dan anak cucu masyarakat morella dimasa yang akan datang

  2. DCDDRF says:

    siALANA MANA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: