Pantai Tilepuwai Masih “PERAWAN”

Oleh : roesda11

Pantai Tilepuwai merupakan salah satu pantai indah yang terletak di Negeri Hausihu Morella kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah tepatnya dibawah kaki Bukit Kapahaha, tak jauh dari Tanjung Setan. Meski belum populer, namun pantai ini kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara pada setiap hari libur. Keindahannya yang sangat kental dengan nuansa alam menyebabkan pantai ini sangat menarik perhatian setiap orang yang melintas di jalan darat maupun dengan kenderaan laut. Selain panorama pantai yang indah, Tilepuwai juga memiliki potensi keindahan dasar laut. Beberapa penyelam dan photografer yang pernah datang di pantai ini mengatakan terumbu karang dan jenis ikan hias yang ada di dalamnya sangat berpariasi. Di bagian selatan terdapat banyak terumbu karang indah yang berderetan hingga ke tanjung setan, sedangkan sebelah utara juga terdapat terumbu karang indah yang berderet sampai ke Teluk Namanalu (tempat adannya gua laut). Di pesisir pantai banyak terdapat pepohonan besar, pada beberapa tebing bukit tak jauh dari pantai ini nampak beringin-beringin tua yang sering disinggahi burung, sehingga tak heran jika kita berada disana banyak terdengar kicauannya. Saat menjelan sore hari nuansa alami pantai Tilepuwai semakin terasa, suasana ini sangat cocok untuk para pemburu panorama karena beberapa titik dipantai ini dapat dijadikan untuk menikmati Sunset.

Selain keindahan-keindahan fisiknya, pantai tilepuai juga menyimpan sebuah kisah menarik tentunya ini adalah cerita sejarah perang Kapahaha (lihat Kapata Perang Kapahaha). Konon disuatu tempat dalam wilayah Tilepuwai yang bernama Haita Nandaluhu terjadilah suatu peristiwa dramatis antara VOC dan rakyat Kapahaha, kisah ini merupakan awal mula jatuhnya benteng kapahaha. Pada tahun 1646 serdadu belanda menangkap seorang staf ahli penyelidik dari benteng kapahaha yang diutus oleh Kapitan telukabessy untuk memantau di Haita Nandaluhu. Staf ahli ini bernama Yatapori, dia dijebak oleh VOC hingga tak dapat lolos. Saat itu belanda telah mempunyai suatu rencana buruk dengan siasatnya ingin membantu meringankan beban rakyat kapahaha yang sementara dalam penderitaan, yatapori dibujuk untuk menunjukan jalan rahasia menuju benteng kapahaha namun karena dia hanya mengelak tidak tau maka seorang serdadu belanda memberikan sebuah pundi beras yang telah dilubangi untuk Yatapori. Dengan sangat terpaksa Yatapori menerima pundi beras tersebut dan membawahnya pulang sampai ke Benteng Kapahaha. Belandapun menjejaki tumpahan beras dari pundi bawaan Yatapori itu hingga berhujung pada suatu pagi kelabu benteng kapahaha diserang secara tiba-tiba. Selengkapnya tentang kisah ini baca Perang Kapahaha di sini.

Itulah tadi sedikit info tentan pantai Tilepuwai, semoga dapat menginspirasi anda untuk melalan buana kesana. Info Wisata Murah di pantai Tilepuwai Negeri Morella:

- Jarak dari kota Ambon ± 39 km, dapat ditempu dengan angkutan umum dalam waktu 1 jam, biaya taraspot Rp. 8.000 sekali jalan/orang

- Jarak dari Pasar Hitu ± 8 km, dapat ditempu dengan angkutan darat (motor ojek) dalam waktu 15 menit, biaya taraspot Rp. 15.000 sekali jalan/orang.

- Jarak dari pusat Negeri Morella ± 4 km, dapat ditempu dengan angkutan darat (motor ojek) dalam waktu 5 menit, biaya taraspot Rp. 5.000 sekali jalan/orang, angkutan laut (perahu sampan) dalam waktu 25 menit.

Sebagai pelengkap tulisan ini, berikut adalah beberapa foto panorama di pantai tilepuwai:

Pantai Telepuwai Morella

Foto: FaturViss

Pantai Tilepuwai

FaturViss

Pantai Tilepuwai

Foto: FaturViss

Pantai Tilepuwai

Foto: FaturViss

Pantai Tilepuwai

Foto: FaturViss

Pantai Tilepuwai Morella

Foto: FaturViss

Pantai Tilepuwai Morella

Foto: FaturViss

BELAJAR UNTUK BERJIWA BESAR

Manusia adalah makhluk yang  tak luput dari kesalahan dan tak kan pernah kita temui kempurnaan pada dirinya. Marah , khilap, lalai itulah sifat yang melekat pada diri manusia. Tanpa kita sadari amarah, rasa benci dan dendam itu justru melemahkan ketahanan pribadi kita.

Dan mungkin kita sendiri adalah orang dari sekian banyak manusia yang pernah disakiti, rasa sakit hati hingga menimbulkan rasa benci, marah bahkan dendam kadang membuat kita tak dapat mengontrol diri, terasa api yang berkobar dalam diri semakin meluap-luap saat orang yang kita percayai mengkhianati kita, saat orang yang kita sayangi berpaling dari kita, saat partner bisnis kita membuat curang, saat kita terpropokasi isu, saat itu pula rasa marah dan ingin bertindak balas dendam datang dan mengajak kita untuk melakukan hal bodoh yang tidak pantas untuk dilakukan.

Lalu apa yang terjadi dengan hati kita? Bila disakiti berkali-kali?  Saya bahkan jadi malu pada diri sendiri, bila saya terlanjur marah, padahal kita ketahui bersama bahwa Rasulallah tidak pernah menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang demikian.

Dikisahkan dalam riwayat, dari Abu Hurairah ra : “ ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi, “Berilah aku wasiat”, Rasulallah Saw Berabda, “ jangan marah!”, beliau mengulang-ulang beberapa kali ucapan, “ jangan marah!!!”. (HR Bukhari).

Lalu apa yang terjadi dengan hati kita? Bila disakiti berkali-kali?  Saya akan terus bertanya pada diri saya sendiri, bila rasa itu ada….!!

Manusia, ya manusia selalu menginginkan kesempurnaan, merasa paling hebat, bahkan kadang tak mau menerima kekurangan orang lain, merasa paling tinggi derajatnya, egois, sampai-sampai tak mau melihat kebawah, padahal belum tentu juga kesempurnaan itu berpihak pada kita seutuhnya… lantas bagaimana bisa kita mengerti dan memahami orang lain, sementara dalam diri masih ada kesombongan. Saat kesalahan berpihak pada kita, kita tak mau mengakuinya, tetapi jika tidak merasa puas dengan apa yang didapati, justru kita yang merasa tidak memperoleh keadailan, lalu sampai kapan kita bisa menerima kenyataan dan berjiwa besar, bahwa dunia ini bukan punya pribadi….????

10-10-2010

13;10 WIT

budaya Hadrat Lebaran Di Morella

KASIH

Maafkan Daku

Karena  lama ku meninggalkan dan melupakanMu

Karena waktu yang tersita oleh kesibukanku

Dan saat aku terjaga dalam tidurku tak sediki pun Aku Bermimpi Tentang MU kasih

Saat Fajar datang sampai dengan terbenamnya matahari…

Aku terus menyibukkan diriku dengan Urusan duniaku

Padahal saat dalam buaian bumi kecil ku

Kita telah berjanji

Untuk akan selalu ketemu lima kali dalam sehari

Kasih…. Sungguh aku telah menginkari janji ku padaMu

Aku MelupakanMu saat ku diperhadapkan dengan Mewahnya dunia

Namun tak sedikit pun Kau marah Pada ku

Tapi Kau malah memberiku banyak hal yang membahagiakan ku

Kasih… aku merindukan pertemuan dengan Mu

Saat waktu yang hanya Cuma untuk kita berdua

Kasih … aku menginginkan pertemuan segerah

Saat malam yang sepi, aku ingin bercerita dan memohon ampunanMu

Kasih aku merindukan ketenangan hati, batin yang lama tergoncang

Jiwa yang penuh gelisah

Raga Yang lelah karena Duniawi

Kasih aku merindukkan Mu

Karena hanya Kau yang bias mendamaikan Hatiku

Kasih  ijinkan Aku menemuimMu

Dalam Tahajjud penuh Khusyuh…

Senin.24/05/10. 10.05 WIT

KEMBALI MENDEMO

Tanggal 9 Desember 2009 Mahasiswa kembali malakukan aksinya dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Se-Dunia. Di Maluku, khususnya Kota Ambon  Beberapa organisasi kemahasiswaan melakukan aksi damai di beberapa Lokasi yaitu Pusat Kota, Kantor Kejaksaan Negeri Ambon, dan Kantor PLN Wilayah Maluku, dalam orasinya mereka menutut dan mendesak para Penegak Hukum agar adil tanpa pandang bulu terhadap semua pelaku Tindak Pidana Korupsi serta mendesak Kejati dan Kejari Se- Maluku untuk mengawal kasus korupsi pada semua tingkatan proses hukum dengan transparan. Lain halnya pernyataan sikap yang disampaikan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku, mereka mendesak agar  SBY – Boediono dan Menkes Sri Mulyani turung dari jabatannya karena merekalah yang bertanggunh jawab atas dana talangan Bank Century  ,serta  mendesak pemberantasan Mafia peradilan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah juga mendukung penuh, KPK, POLRI, Dan Kejaksaan Agung dalam mengusut tindak pidana Korupsi. Organisasi kemahasiswaan yang turut dalam aksi tersebut diantaranya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), LMD, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)


Hari Pahlawan Nasional

Tanggal 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional , so sebagai anak bangsa jangan sampai lupa hari tersebut…, setujuh kan????

Sebagai  Warga Negara Yang baik, saya sadari betul belum sebarapa pengorbanan yang saya berikan pada Bangsa ini, namun ijinkanlah Hati ini berbicara akan sebuah kejujuran, untuk sahabat-sahabat saya dimana pun berada, dengarkan hati ini berbicara, sampai kadang menangis, sedih melihat dan merasakan betapa Miskinnya hati orang-orang yang serakah, namun saya bangga terlahir sebagai  Orang Indonesia, karena itu.. di Momen Hari Pahlawan ini, saya ingin berbagi hati dengan anda semua..

 

Untukmu Kawan, Kenanglah Dia disana

 

Terkubur ….. Terkubur sudah

Jasadmu berkalang tanah

Sepi dipermukaan, tinggal nyanyian sunyi

Menyedihkan…

Akan hari, zaman dan manusia pada saat itu

Lenyap tak berarti hilang…

Sirna bukan tiada…

Karena kau ada disetiap dada dan semangat generasi pewaris bangsa

Diam tak berarti lupa…

Karena kau hadir dan tumbuh ditaman hati anak bangsa

Nyalakan api di dadadmu…

Jangan biarkan dia padam tersiram keserakahan dan ketamakan,

Menjual harga diri bangsa, demi sebongkah ambisi yang berujung derita,

Nestapa bagi semua jiwa bangsa.

Bakarlah…

Bakarlah setiap tirani yang tumbuh subur

Dan tengah berpesta

Bakarlah niat busuk, perongrong bangsa

Tunjukan pada mereka perisai pembela bangsa

Yang selalu setia, berdiri disetiap masa

Dibawah naungan Pancasila

Sampai hari cerah itu pun tiba

Dihadapan kita

Merdeka….

 

By ; Rusda Leikawa

 

Duel Darah Tanpa Dendam

Duel darah tanpa dendam, itulah yang terjadi di Negeri Morella, Sepasang pemuda bertelanjang dada saling mencambuk punggung dan dada pasangannya hingga berdarah dengan puluhan lidi enau dengan panjang rata-rata sekitar 1,5 meter, dibawah terik matahari  yang begitu terasa panasnya para pemuda itu pun menunjukan keberanian dan ketangkasannya, luka dan percikan darah yang terlihCIMG1036at ditubuhnya pun tidak mengurungkan niat apalagi  menimbulkan rasa dendam, akan tetapi justru sebaliknya membangkitkan semangat mereka, bahwa apa yang meraka rasakan ditubuhnya saat ini, tidak sebanding dengan apa yang telah dipertaruhkan oleh para pejuang, pada perang berdarah di benteng kapahaha yang telah berlalu. Hal ini sudah menjadi tradisi tahunan sejak tahun 1646 M dan turun- temurun sampai sekarang.

Minggu 27 september 2009/ 7 syawal 1430 H, didepan Mesjid Raya Al-Muttaqim Morella , tradisi Pukul Sapu Lidi ini diselenggarakan, tidak seperti biasanya ,kali ini turut pula yang hadir sejumlah raja dan perwakilan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara dalam acara ritual adat tersebut, mereka adalah KRAT Masud Toyib Hadiningrat (Kerajaan Solo), Raja Gede Surata (Kerajaan Bali) dan Raja Zainal (Putra mahkota Kerajaan Fatagar Fak-Fak), Raja Abdul Hakim Ahmad Aituarauw (Raja Kaimana), Putri Mahkota Hedi (Kerajaan Kaimana). Tampak pula ribuan pengunjung yang berdesak-desakan untuk menyaksikan acara tersebut. Seusai prosesi pukul sapu lidi, tubuh para pemuda yang sudah terluka diobati dengan getah daun Jarak. Meskipun tubuhnya terluka namun tak ada dendam diantara mereka, itulah keunikannya. Tradisi Pukul Sapu Lidi merupakan  suatu aset budaya Indonesia, Maluku dan orang Morella pada Khususnya, olehnya itu harus terus dipelihara dan dikembangkan.  <rusda>

Sejarah Tari Sapu Lidi Morella

Atraksi tari Sapu Lidi telah menjadi tradisi adat di Negeri Morella sejak Tahun 1646, tari ini mulanya adalah permainan anak-anak di saat Benteng Kapahaha masih jaya.

Namun setelah jatuhnya para pejuang-pejuang Kapahaha ditangan VOC pada tanggal 25-27 Juli 1646, para malesi-malesi dengan seluruh rakyatnya ditawang di markas VOC Belanda di Teluk Sawatelu. Kapitang Telukabessy tertangkap dan diantar ke Kota Latania Ambon(Benteng Victoria) dan dihukum gantung pada tanggal 3 September 1646 di depan Benteng Victoria.

Pada tanggal 27 Oktober 1646 Gubernur Gerard Demmer membebaskan pejuang-pejuang Kapahaha yang ditawang di Teluk Sawatelu. Pembebasan tawanan perang kapahaha diadakan dengan pesta perpisahan. Maka pada acara pesta perpisahan ini dipentaskan tari-tari adat yang bernafas sejarah dengan nyanyian lagu-lagu kapata sejarah dan turut pula dengan serombongan pemuda kapahaha mempertunjukan tari Sapu Lidi.

Pada saat itu para malesi-malesi yang bertarung dalam perjuangan perang Kapahaha dari pihak Pata Siwa, Pata Lima maupun suku Bugis Makassar sangat tertarik dengan tari tersebut dengan luka-luka berdarah selalu membangkitkan semangat para pejuang.

Setelah selesainya acara pesta perpisahan, maka dengan tekad bersama dengan tiga Malesi sebagai pimpinan dari tiga sawat atau rombongan masing-masing hendak kembali pulang kedaerahnya masing-masng yaitu; jurusan Huamual,Buru dan sekitarnya,Iha Ulupalu di Saparua, Hulawano di Nusalaut, satu sawat menuju Seram Kaibonu, Tihulele, Latu, Tamilou dan Manusela. Ada juga Malesi-Malesi dari luar Maluku yang disebut suku Mahu diantaranya Bugis Makassar dll.

Perpisahan sangat berkesan dengan pekikan-pekikan dan cucuran air mata serta sumpah setia dengan satu ikrar dan menetapkan atraksi Sapu Lidi menjadi tradisi adat dan membudaya disepanjang masa, diulang tahunkan setiap 7 syawal. Pada saat itu pula digelarkanya Istilah “Hausihu” atau kobaran Api dengan kata lain “semangat berapi-api” kepada bekas pejuang Kapahaha yang tetinggal hingga saat ini dengan nama Negerinya Morella.<rusda>

Lebaran di Negeri Morella

Rusda Leikawa :

Iring-iringan Hadrat ke Mesjid Al-Muattaqim Morella

Iring-iringan Hadrat ke Mesjid Al-Muattaqim Morella

Minggu 20 September 2009 bertepatan 1 Syawal 1430 H, suasana Kemenangan & kebahagiaan menyelimuti hati setiap kaum muslimin di persada bumi ini, rasa syukur atas fitrah yang didapat  di lakukan dengan berbagai cara dari mulai salam-salaman saling memaafkan, tua mudah, kecil besar, semuanya pada minal aidin, bahkan tradisi uang salawat atau sering disebut ampao pun tidak ketinggalan. Hal ini adalah umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Namun ada yang berbeda dengan kebiasaan ini, kebiasaan yang mungkin sedikit dilakukan oleh orang Maluku, salah satunya yakni Morella.  Morella adalah salah satu negeri adat di pulau ambon yang terletak di pesisiran jazirah leihitu Kabupaten Maluku tengah dengan luas tanahnya kurang lebih 24 km bujur sangkar dengan jumlah penduduk kurang lebih 4798 jiwa (Sumber ; kantor pemerintah Negeri Morella 2007), Negeri Morella dalam  setiap lebaran diadakannya tradisi Hadrat pada 1 syawal dan tradisi Pukul Menyapu pada 7 Syawal atau 7 hari setelah 1 syawal. Ini bukan hal baru lagi buat masyarakat Morella dan Maluku pada umumnya, namun sudah menjadi tradisi turung temurung sejak 3 abad yang lalu.

Di negeri Morella , biasanya setiap hari raya idul fitri 1 syawal , selesai Sholat Ashar para pemuda berpenampilan rapi dengan Jas Hitam, peci, sarung ditambah dengan selendangnya, berkumpul didepan Baeleu Tomasiwa. Sambil menunggu aparat desa, para pemuda ini sudah pada barisanya masing-masing, biasanya setiap barisan terdiri dari 7 orang.

Ashar, suasana Jalan Telukabessy Morella dipenuhi oleh masyarakat untuk menyaksikan Hadrat yang dibawakan oleh para pemuda Morella. Tarian Hadrat yang syairnya berisikan  berupa sholawat Nabi ini dilantungkan dengan penuh suka cita oleh para pemuda Morella. Mendengar syair-syair itu membuat situasi  lebaran semakin asyik nuansa islam terasa kental. Iring-iringan Hadrat akhirnya sampai juga di depan Mesjid Al-Muttaqim Morella & seperti biasa penyambutan Hadrat dari desa Tetangga Mamala pun tiba. Sempat terlihat situasi yang penuh kekeluargaan. Pertemuan antara pemuda Morella dengan mamala dalam satu lingkaran Hadrat dan di akhiri dengan salam-salaman. Tradisi ini hanya bisa kita temui di Negeri Morella. <russ>

09-20-09-175646

09-20-09-175918

Indahnya Ramadhan bersama Anak Yatim di Panti

oleh: Rusda Leikawa

Buka Puasa Di Panti Asuhan Al-khirat Ambon

Buka Puasa Di Panti Asuhan Al-khirat Ambon

Sabtu, 12 September 2009, Puji syukur bisa merasakan indahnya buka puasa Ramadhan di Panti Asuhan Melati Al-Khirat Galunggung Ambon. Suasana bahagia, Damai, tentram menyelimuti para mahasiswa kimia FMIPA Unpatti setelah sesampainya di bangunan Yang cukup sederhana untuk ditempati itu.

Sambut  hangat dengan penuh cita dan senyum manis dari anak-anak Panti itu membuat hati terasa  tentram… oh betapa Bahagianya.

Kami Mahasiswa Kimia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam  (MIPA) yang tergabung dalam Majelis Taklim Al-Kimia, sengaja mengadakan buka puasa bersama dengan anak-anak Yatim di Panti asuhan Al-Khirat Galunggung Ambon, hal ini dilakukan bukan hanya untuk menjalangkan program semata namun untuk terciptanya hubungan silaturrahmi, serta proses pembelajaran bagi mereka yang selama ini hidup dalam kemewahan, bahwa betapa pentingnya kita mencintai Anak-anak Yatim sebagaimana dalam Alquran  Surah An Nisaa’ Ayat 10

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”

Selain buka bersama, silaturahmi dan dialog dengan warga Panti kami juga memberikan beberapa bingkisan kepada anaka-anak Panti yaitu Al-Qur’an serta Terjemahannya. Semoga gerakan sosial dan kesetiakawanan di bulan Ramadan ini makin meningkat.

Mahasiswa MIPA Kimia Unpatti

Mahasiswa MIPA Kimia Unpatti

Kumpul Bareng Sama Anak Panti

Kumpul Bareng Sama Anak Panti

@@@

@@@

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.