PENGKHIANATAN

Tak tahu mau mulai dari mana
Sebuah pengakuan Hati atas Anugrah yang Terasa
Walau bakal terlarang
Namun Hati terlanjur Memilih

Sungguh Benar-benar Tidak Tahu cara Memulainya
Sebuah Pengakuan Hati atas Pengkhianatan yang terjadi
Walau tidak Nampak terlihat
Namun ada Niat Tuk berkata jujur

Aku dan dirimu Telah disatukan dengan rasa yang begitu indah
Ku perlakukan dirimu bagai Sang Putra Mahkota
Ku hormati dirimu Bagai Raja di kerajaan kayangan
Ku menyangimu, ku mencintaimu, ku merindukkanmu
Namun, Apa Yang terjadi…..
Ternyata Tuhan Memberi dua cinta
Yang sama Menyayangiku

Di mata Manusia, dirimu yang secara Jasad benar memiliki ku
Dan Dia, saat ini juga benar menguasahi Hati ku

Walau Tak Seorang Pun yang Tahu
Ternyata Tuhan Memberi ku dua cinta
Dan Aku Pun Tak tahu inikah Anugerah atau Ujian Kesetiaan

Dirinya yang Telah Mencuri separuh Hatiku
Dirinya yang Telah Palingkan Perhatianku
Dan karena dirinya Telah Meluluh lantahkan Kejenuhanku
Hingga di separuh putaran waktu aku melupakanmu

Karena itu,
Untuk diirmu Yang Menyayangiku….
Cuma Kata Maaf Yang Bisa Kubisikan dalam hati
Karena Lidah Tak mampu berlapaz
Karena mulut tak bisa berkata…

Andai Kau Tahu Pengkhianatan ini
Jangan Pernah Ragu Untuk Tetap Selalu Bersamaku
Walau Sakit Yang Kau rasa

Karena Jika Tuhan Memberiku Pilihan
Maka dirimulah yang Ku pilih
Dan Karena dia hanyalah Sesaat saja…………..

http://Lebay.com/roess

13/06/2011
23.25 WIT

Siapakah dirinya…?

Siapakah dirinya yang sangat menyangi kita..?

Siapakah dirinya yang paling mengerti kita..?

Siapakah dirinya yang selalu menyamangati kita..?

Yang slalu menemani saat suka dan duka…?

Yang selalu memberi nasehat, saat kita membutuhkan

Bahkan marah saat kita melakukan hal yang  buruk…

Siapakah dirinya…???

Dia begitu menyanyangi kita…

Dia begitu mengerti keadaan kita..

Dialah yang paling tahu kondisi kita…

Dialah yang paling mengerti perasaan kita..

Dia juga yang sering marahin kita saat kita melakukan kesalahan

Namun dialah orang yang selalu memaafkan ketika kita khilaf

Dia adalah Sahabat…….

Sahabat Sejatimu, sahabat sejati kita…

Sahabat yang paling mengerti Keinginan kita…

Tapi … pernah kah kita melakukan hal yang sama padanya…?

Pernahkah kita mengerti kondisinya seperti dia mengerti kita apa adanya..?

Pernahkah kita menangis saat dia sedang sedih..??

Pernah kah kita merayakan hari kebahagiaannya..??

Pernahkah kita berkorban setetes keringat demi melihat dia tersenyum..??

Sahabat Sejati tidak pernah mengharapkan imbalan dari setiap pemberian

Tapi sudahkah kita menjadi sahabat Sejati pada mereka..?

Sahabat yang dirindukkan oleh setiap kawan..!!

Sahabat yang selalu ditangisi saat berpisah,

tertawa saat bersama

Dan sahabat yang selalu  memberi warna-warni dalam kehidupan

Renungkanlah kawan……!!!!

Sudah kita Menjadi “Sahabat Sejati”????

Pengakuan Terakhir

Hingga pada saatnya diri ini menemukan dirimu..

Tak seorang pun tahu keberadaanmu..

Bahkan hubungan  yang lama terjalin tertutup rapat

Tidak terbesik oleh mereka…

Dirimu yang ku sembunyikan dalam palung hati yang dalam

Dirimu yang ku rahasiakan dari mereka

Kini masih tetap terkunci oleh lisan dan sikap…

Diam ku, dingin ku membuat mereka bertanya-tanya hingga pada titik jenuh

Sampai akhirnya mereka pun melupakan diriku

Entah sampai kapan diriku akan menyembunyikan mu

Entah sampai kapan  hati tertutup pada mereka

Hingga pada saatnya ku coba tuk berpaling darimu

Hingga pada saatnya ku coba terjaling dengan beberapa dari mereka

Hanya tuk mengubah sebuah status palsu ku

Namun, dirimu tetap yang terindah

Dan ketika mereka bertanya tentang hati ini,

Lagi-lagi ku hanya bisa terdiam,

karena diri yang tak terbiasa tuk promosikan sang pujaan

Maaf..

mungkin ini yang bisa disampaikan pada setiap hati

yang meniginginkan hati ini

Maaf buat dirimu atas perselingkuhan yang sempat terjadi

Maaf  Jika pengakuan terakhir ini membuat hati teriris

Hingga pada saatnya, di penghujung akhir tahun nanti

Ku akan menemuimu…

Lebah Ku

Mencintai mu adalah anugerah untukmu, tapi musibah untukku

Setelah kau mengalihkan pandagan ku

Pelang pelang kau menculik hati dan pikiran ku…

Kau menguasahi diriku

Terasa sakit yang amat dalam, bila meridukan dirimu

Karena tak dapat menemuimu

Namun, Bahagia itu berpihak lagi

saat bersamamu

Mencintaimu adalah musibah untuk ku

Engkau telah menyerang hatiku

Membuat jantung berdebar

Membuat Hati ini merindu

Begitu Hebatnya,,, begitu Dahsyatnya…

Rasa yang datang menghampiri

Saat Diri ini benar-benar ingin bersua dengan mu

Namun, Mencintaimu adalah musibah untuk ku

Karena kau bukan pilihan

Karena lidah tak berani berkata

Sementara hati terlanjur kau culik

Dan hanya bisa merasa

Kembalikan Hatiku yang dulu

Pergilah Dari pikiranku

Karena mencintaimu adalah musibah untuk ku

Karena kita tak mungkin bersama

Namun,  terimalah kata terakhir ini

“Kau menang”

“Kau menang”

“Kau menang”

“Kau mampu Mengalihkan ku”

Pergi  Pergilah ke dunia mu

Dan biarkan rasa itu sebagai pelajaran hati

Terimakasi Lebah ku..

Ijinkanlah  Diriku

Jadikan Dirimu Sebagai Guruku

KASIH

Maafkan Daku

Karena  lama ku meninggalkan dan melupakanMu

Karena waktu yang tersita oleh kesibukanku

Dan saat aku terjaga dalam tidurku tak sediki pun Aku Bermimpi Tentang MU kasih

Saat Fajar datang sampai dengan terbenamnya matahari…

Aku terus menyibukkan diriku dengan Urusan duniaku

Padahal saat dalam buaian bumi kecil ku

Kita telah berjanji

Untuk akan selalu ketemu lima kali dalam sehari

Kasih…. Sungguh aku telah menginkari janji ku padaMu

Aku MelupakanMu saat ku diperhadapkan dengan Mewahnya dunia

Namun tak sedikit pun Kau marah Pada ku

Tapi Kau malah memberiku banyak hal yang membahagiakan ku

Kasih… aku merindukan pertemuan dengan Mu

Saat waktu yang hanya Cuma untuk kita berdua

Kasih … aku menginginkan pertemuan segerah

Saat malam yang sepi, aku ingin bercerita dan memohon ampunanMu

Kasih aku merindukan ketenangan hati, batin yang lama tergoncang

Jiwa yang penuh gelisah

Raga Yang lelah karena Duniawi

Kasih aku merindukkan Mu

Karena hanya Kau yang bias mendamaikan Hatiku

Kasih  ijinkan Aku menemuimMu

Dalam Tahajjud penuh Khusyuh…

Senin.24/05/10. 10.05 WIT

Hari Pahlawan Nasional

Tanggal 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional , so sebagai anak bangsa jangan sampai lupa hari tersebut…, setujuh kan????

Sebagai  Warga Negara Yang baik, saya sadari betul belum sebarapa pengorbanan yang saya berikan pada Bangsa ini, namun ijinkanlah Hati ini berbicara akan sebuah kejujuran, untuk sahabat-sahabat saya dimana pun berada, dengarkan hati ini berbicara, sampai kadang menangis, sedih melihat dan merasakan betapa Miskinnya hati orang-orang yang serakah, namun saya bangga terlahir sebagai  Orang Indonesia, karena itu.. di Momen Hari Pahlawan ini, saya ingin berbagi hati dengan anda semua..

 

Untukmu Kawan, Kenanglah Dia disana

 

Terkubur ….. Terkubur sudah

Jasadmu berkalang tanah

Sepi dipermukaan, tinggal nyanyian sunyi

Menyedihkan…

Akan hari, zaman dan manusia pada saat itu

Lenyap tak berarti hilang…

Sirna bukan tiada…

Karena kau ada disetiap dada dan semangat generasi pewaris bangsa

Diam tak berarti lupa…

Karena kau hadir dan tumbuh ditaman hati anak bangsa

Nyalakan api di dadadmu…

Jangan biarkan dia padam tersiram keserakahan dan ketamakan,

Menjual harga diri bangsa, demi sebongkah ambisi yang berujung derita,

Nestapa bagi semua jiwa bangsa.

Bakarlah…

Bakarlah setiap tirani yang tumbuh subur

Dan tengah berpesta

Bakarlah niat busuk, perongrong bangsa

Tunjukan pada mereka perisai pembela bangsa

Yang selalu setia, berdiri disetiap masa

Dibawah naungan Pancasila

Sampai hari cerah itu pun tiba

Dihadapan kita

Merdeka….

 

By ; Rusda Leikawa

 

Aku

Aku ini sebagai pribadi,berarti inti hidupku tidak dimiliki 0leh siapa pun,selain Aku sendiri…

Sebagi pribadi aku tak dapat terpakai oleh Orang lain,sebab Aku adalah tujuanku sendiri……

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.