Sengsara Tapi Nikmat

Berhubung semua Pesanan Tiket Pesawat Jurusan Manokwari-Ambon Penuh, karena berdekatan dengan Natal dan tahun Baru, maka pada tanggal 21 Desember 2011 dengan Terpaksa saya Bersama Teman2 memilih Untuk Naik Kapal Dorolonda dari Manokwari Menuju sorong…., dengan penuh harapan sesampai di Sorong akan lebih mudah untuk kita dapatkan Tiket Pesawat, atau paling tidak ada kerabat yg bisa memberi tumpangan untuk beberapa hari.., Kami yang waktu itu berjumlah 36 orang di tambah dengan beberapa rekan-rekan dari Maluku utara pun rela berdesak-desakan menaiki kapal dorolonda, Walau Terpaksa tapi cuma itu jalan satu-satunya untuk harus keluar dari Kota Manokwari yang Kondisinya Lagi memanas akibat kerusuhan antar Suku… Pemandagan yang sangat tidak enak di mata adalah banyak sekali penumpang yang menumpangi kapal dorolonda.. ada yang rela tidur di luar, depan Toilet, bahkan diatas Tangga, sampai kami kesulitan untuk melewatinya.. benar-benar padat..

    Di pertengahan jalan kami di terpa angin, Hujan deras, Ombak pula… , banyak penumpang yang rela basah, anak-anak kecil, orang tua bahkan ada Ibu Hamil juga yang pada saat itu melahirkan di tengah sempitnya Dorolonda . Ada Juga pemandangan yang lucu.. beberapa penumpang karena tidak dapat tempat .. mereka rela Tidur berdiri.. saya tidak  habis mikir.. Pelayanan apa seperti ini,, Pihak Dorolonda hanya mengejar Duit tapi tidak utamakan keselamtan.

Enam Jam Lagi Kami akan sampai di Kota Sorong Para petugas pun Mulai bereaksi memeriksa Tiket.. sampai pada giliran kami di periksa.. saya bersama teman2 sengaja tidak mau memperlihatkan Tiket kami.. , dan kami pun mulai berdebat.. masalah banyaknya penumpang yang tidak mendapatkan tempat yang layak… basah kuyub.. semua barang-barangnya juga ikutan basah.. Palayanan macam apa ini,, Tapi sebagai warga Negara yang baik kami tetap ikut peraturan dengan memperlihatkan Tiket kami walau harus berdebat dulu… sebenarnya banyak kejadian-Kejadian Aneh… Tapi Yang Paling terpenting dalam perjalan itu adalah.. saya lebih Mengenal Allah SWT atas smua penciptaannya, saya bahagia karena punya banyak Teman.. walau harus bersusah susah namun kebersamaan kita waktu itu benar-benar tidak terlupakan… ..

Ini yang namanya Sengsara Tapi Nikmat………. :D

Makasih Buat semua sahabatku

Berikut ini ada beberapa gambar yang sengaja saya sisipkan untuk melengkapai tulisan saya.. ini adalah para penumpang yang terlantar

Sengsara Tapi Nikmat

Berhubung semua Pesanan Tiket Pesawat Jurusan Manokwari-Ambon Penuh, karena berdekatan dengan Natal dan tahun Baru, maka pada tanggal 21 Desember 2011 dengan Terpaksa saya Bersama Teman2 memilih Untuk Naik Kapal Dorolonda dari Manokwari Menuju sorong…., dengan penuh harapan sesampai di Sorong akan lebih mudah untuk kita dapatkan Tiket Pesawat, atau paling tidak ada kerabat yg bisa memberi tumpangan untuk beberapa hari.., Kami yang waktu itu berjumlah 36 orang di tambah dengan beberapa rekan-rekan dari Maluku utara pun rela berdesak-desakan menaiki kapal dorolonda, Walau Terpaksa tapi cuma itu jalan satu-satunya untuk harus keluar dari Kota Manokwari yang Kondisinya Lagi memanas akibat kerusuhan antar Suku… Pemandagan yang sangat tidak enak di mata adalah banyak sekali penumpang yang menumpangi kapal dorolonda.. ada yang rela tidur di luar, depan Toilet, bahkan diatas Tangga, sampai kami kesulitan untuk melewatinya.. benar-benar padat..

Di pertengahan jalan kami di terpa angin, Hujan deras, Ombak pula… , banyak penumpang yang rela basah, anak-anak kecil, orang tua bahkan ada Ibu Hamil juga yang pada saat itu melahirkan di tengah sempitnya Dorolonda . Ada Juga pemandangan yang lucu.. beberapa penumpang karena tidak dapat tempat .. mereka rela Tidur berdiri.. saya tidak  habis mikir.. Pelayanan apa seperti ini,, Pihak Dorolonda hanya mengejar Duit tapi tidak utamakan keselamtan.

Enam Jam Lagi Kami akan sampai di Kota Sorong Para petugas pun Mulai bereaksi memeriksa Tiket.. sampai pada giliran kami di periksa.. saya bersama teman2 sengaja tidak mau memperlihatkan Tiket kami.. , dan kami pun mulai berdebat.. masalah banyaknya penumpang yang tidak mendapatkan tempat yang layak… basah kuyub.. semua barang-barangnya juga ikutan basah.. Palayanan macam apa ini,, Tapi sebagai warga Negara yang baik kami tetap ikut peraturan dengan memperlihatkan Tiket kami walau harus berdebat dulu… sebenarnya banyak kejadian-Kejadian Aneh… Tapi Yang Paling terpenting dalam perjalan itu adalah.. saya lebih Mengenal Allah SWT atas smua penciptaannya, saya bahagia karena punya banyak Teman.. walau harus bersusah susah namun kebersamaan kita waktu itu benar-benar tidak terlupakan… ..

 

Ini yang namanya Sengsara Tapi Nikmat………. :D

Makasih Buat semua sahabatku

 

 

Rindu Yang Terlarang

Walau Bersamamu adalah kebahagiaan..

Namun  Merindumu adalah derita ku

Sungguh…,

Bila jauh dari mu, hati terasa sakit karena begitu merindumu,

Seperti ada Lubang dalam hati,

Bila berdekatan, akan Jauh lebih buruk dari itu, karena mata yang hanya bisa memandang

Seperti Memangdang rembulan.., Namun Sulit untuk dimiliki

Tanpa sepatah kata  pun,

Diam diam… ku mengagumimu dalam hati

Langkah, Gerak, caramu..,

 Senyum, Suara dan semua tentang dirimu begitu Indah

 

Merindumu dalam batas terlarangku,

Karena hati yang tak bisa dimiliki

Karena Raga yang tak bisa di sentuh

 

Tanpa  kau ketahui,

Tanpa kau sadari  bahwa dirimu tlah menculik hatiku

Kau  mengalihkan pikir dan perhatian ku

Hingga pada batas sadar ku.., Karena dirimu tak bisa dimiliki

Ohh itu menyakitkan skali..

 karena Lidah yang tak mampu berlapaz..

 

Ingin Sekali ku kosongkan hati ini..

dan membuang jauh tentang bayangmu

Tuhan

Apakah ini AnugerahMu..?

Ataukah sebatas UjianMu… ?

Setelah Kau berikan Ku rasa dalam hati…

Itu membuat ku Resah dalam setiap tidur ku..

Tuhan

Andai ini adalah Rasa yang Terlarang

Hamba  Butuh BimbinganMu

Tuhan

Maaf bila hamba merindukkan dia  yang belum Halal dalam Ajaranmu..

 

Kapahaha -06-12-2011

01.00  WIT

ditemani banyak nyamuk, dan Bunyi suara Percikan air dari Langit

                                                                                                       “Aku berkarya, maka aku ada”

                                                       Tulisan ini di tujukan pada seseorang yang lagi Kasmaran, :)   :D

 

 

Membangun Negeri dengan adat… “Tulehu Melakukan Ritual Abda’u – Morella Melantungkan Tun Teha Usai”

Sebuah catatan bersama MPC

Luar biasa perjalanan kemaring sangat melelahkan, tapi itu bukanlah suatu penyesalan untukku. Minggu 6 November 2011, usai sholat idhul kurban saya bersama dengan teman-teman MPC ( Maluku Photo Club) melakukan Hunting bersama di Negeri Tulehu yang jaraknya tidak jauh dari Pusat kota Ambon.
Negeri Tulehu yang juga merupakan ibu kota kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ini terletak 25 Km sebelah utara Kota Ambon, seperti masyarakat Muslim lain pada umumnya, Negeri Tulehu juga melakukan perayaan Hari raya idul Adha, Uniknya di Negeri Tulehu selain adanya penyembelihan hewan kurban mereka juga melakukan upacara ritual Kaul Negeri yakni proses pengkaulan hewan kurban, Abda’u dan hadrat, yang menurut sejarahnya sudah dilakukan sekitar tahun 1600 M,
Proses Pengkaulan hewan kurban dilaksanakan dirumah Masjid Jami Tulehu oleh Ibu-ibu selanjutnya dikapankan dengan kain putih atau dalam bahasa Tulehu yaitu Kain Salele, diantarkan kerumah raja untuk selanjutnya diarak keliling negeri, alunan zikir dan salawat Nabi pun mengiringi langkah demi langkah menuju pelataran Masjid raya Tulehu untuk dilakukan penyembelihan.
Tidak sampai disitu saja Nampak pemandangan unik tersebut, saya juga dikagetkan dengan datangnya sekelompok pemuda dengan berbaju putih serta ikatan putih dikepala masing-masing berkumpul di depan rumah Raja Negeri Tulehu sambil Berteriak Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, benar-benar bikin merinding, saya langsung menghampiri salah seorang warga Tulehu untuk menanyakan ritual tersebut, dan dia pun menjelaskan bahwa inilah Abda’u.
Setelah mendapat sedikit penjelasan serta menyaksikan langsung ritual tersebut saya pun bergegas untuk lebih dekat menghampiri Rumah Raja Negeri Tulehu, sesampai disana ternyata John Saleh Ohorella yang tak lain merupakan Raja Tulehu sedang memberikan arahan dan nasehat kepada pemuda-pemuda yang akan melakukan Abda’u tersebut , dan saya pun turut mendengarkannya, sambil berdiam diri sempat terpikirkan dalam benak saya bahwa begitu kayanya Bangsa Indonesia akan budaya serta adat istiadat, khususnya di Maluku hampir disetiap desa/Negeri memiliki kekayaan budayanya masing-masing, misalnya Tulehu adanya Abda’u, Mamala- Morella melaksanakan Atraksi Pukul Sapu Lidi, Pelau dengan ritual cakalele (mengiris tubuh sendiri) atau dalam bahasa tanahnya Ma’atenu, dan masih banyak lagi adat istiadat Maluku, benar-benar luar biasa, budaya inilah yang justru jadi daya tarik para pengujung untuk datang ke Negeri tersebut.
Usai mendengarkan arahan dari Raja Tulehu, para pemuda tersebut langsung melakukan Abda’u dengan berebutan Benderah Hijau yang bertuliskan Laillaha Illah Muhammaddarussallah, sambil melantungkan takbir Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, jika ada pemuda yang bisa mendapatkan bendera itu maka diciumnya bendera tersebut dengan penuh semangat kemudian dikibarkan lagi walau tubuhnya harus ditarik oleh pemuda lainnya, asalkan Bendera tersebut tetap diatas dan tidak boleh bersentuhan dengan tanah.
Abda’u sendiri berasal dari kata Abada yang artinya Ibadah yang bermakna pengabdian seorang Hamba pada Sang Halik. Atraksi dinamis yang dilakoni oleh ratusan pemuda itu saling berdesak-desakan, bahu membahu merebut bendera untuk diangkat setinggi-tingginya, merupakan refleksi pengakuan kehambaan yang tulus dalam menerima Islam sebagai agama yang diyakini, untuk tetap lestari dan abadi dibumi Haturessy, sementara Bendera yang berwarna hijau tersebut melambangkan kesuburan dengan tulisan LAILAHA ILLAH MUHAMMADARRSULULLAH, berwarna kuning emas melambangkan kemakmuran dan kejayaan.
Siang itu, cuaca cukup bersahabat untuk kami, tidak hujan namun juga tidak begitu panas, Alunan zikir, tahlil, salawat serta takbir bergema di bumi Tuiruhui (Tulehu), semua jalan di padati masyarakat lokal maupun interlokal. Sementara itu, teman-teman MPC lainnya tengah sibuk dengan kameranya masing-masing untuk mendokumentasikan moment tersebut. Begitu meriahnya perayaan hari raya idhul Adha 2011 di Negeri Tulehu, dengan dipentaskannya beberapa atraksi dan carnaval budaya lainnya, sangat menghibur dan berkesan bagi setiap yang berkunjung.

Tun Teha Usai

Tun Tun Tun Teha usai e..
Marika asing jawa pamatere pipi waing..
Tun Tun Tun Teha usai e..
Marika asing jawa pamatere pipi waing..
Itulah sebait lagu daerah dari Negeri Morella, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
Usai menyaksikan ritual Abda’u di Negeri Tulehu, kami pun pulang ketempat masing-masing, keesokan harinya belum juga selesai tidur panjang ku.. sudah terdengar nyanyian anak-anak negeri dengan memukul rebana sambil berhenti disetiap rumah warga untuk mengambil sumbangan bumbu masakan daging hewan kurban, dengan tetap menyanyikan lagu Tun Tun Tun Teha usai e Marika asing jawa pamatere pipi waing. Warga pun sudah siap dan ikhlas memberikan sumbangan bumbu masakan kepada anak-anak tersebut, bahkan ada yang menyumbangkan kayu bakar, setelah semuanya terkumpul barulah anak-anak tersebut menyerahkan kepada panitia Hewan Kurban, yang kemudian digunakan untuk memasak daging hewan kurban yang sudah disembelih pada saat Idhul Adha tersebut. Sangat lucu, menggelitik bila melihatnya, saya jadi kebayang masa kecil dulu. Namun Tradisi ini hanya bisa dilakukan setahun sekali di Negeri Morella, sehari setelah perayaan hari raya Idhul Adha.
Itulah sedikit cerita tentang tradisi dan budaya yang sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat adat di Negeri Raja-Raja (Al-Mulk) Maluku Manise..
========================********************==========================

Panorama Pantai Morella

Tilepuai Morella

 

 

PENGKHIANATAN

Tak tahu mau mulai dari mana
Sebuah pengakuan Hati atas Anugrah yang Terasa
Walau bakal terlarang
Namun Hati terlanjur Memilih

Sungguh Benar-benar Tidak Tahu cara Memulainya
Sebuah Pengakuan Hati atas Pengkhianatan yang terjadi
Walau tidak Nampak terlihat
Namun ada Niat Tuk berkata jujur

Aku dan dirimu Telah disatukan dengan rasa yang begitu indah
Ku perlakukan dirimu bagai Sang Putra Mahkota
Ku hormati dirimu Bagai Raja di kerajaan kayangan
Ku menyangimu, ku mencintaimu, ku merindukkanmu
Namun, Apa Yang terjadi…..
Ternyata Tuhan Memberi dua cinta
Yang sama Menyayangiku

Di mata Manusia, dirimu yang secara Jasad benar memiliki ku
Dan Dia, saat ini juga benar menguasahi Hati ku

Walau Tak Seorang Pun yang Tahu
Ternyata Tuhan Memberi ku dua cinta
Dan Aku Pun Tak tahu inikah Anugerah atau Ujian Kesetiaan

Dirinya yang Telah Mencuri separuh Hatiku
Dirinya yang Telah Palingkan Perhatianku
Dan karena dirinya Telah Meluluh lantahkan Kejenuhanku
Hingga di separuh putaran waktu aku melupakanmu

Karena itu,
Untuk diirmu Yang Menyayangiku….
Cuma Kata Maaf Yang Bisa Kubisikan dalam hati
Karena Lidah Tak mampu berlapaz
Karena mulut tak bisa berkata…

Andai Kau Tahu Pengkhianatan ini
Jangan Pernah Ragu Untuk Tetap Selalu Bersamaku
Walau Sakit Yang Kau rasa

Karena Jika Tuhan Memberiku Pilihan
Maka dirimulah yang Ku pilih
Dan Karena dia hanyalah Sesaat saja…………..

http://Lebay.com/roess

13/06/2011
23.25 WIT

Siapakah dirinya…?

Siapakah dirinya yang sangat menyangi kita..?

Siapakah dirinya yang paling mengerti kita..?

Siapakah dirinya yang selalu menyamangati kita..?

Yang slalu menemani saat suka dan duka…?

Yang selalu memberi nasehat, saat kita membutuhkan

Bahkan marah saat kita melakukan hal yang  buruk…

Siapakah dirinya…???

Dia begitu menyanyangi kita…

Dia begitu mengerti keadaan kita..

Dialah yang paling tahu kondisi kita…

Dialah yang paling mengerti perasaan kita..

Dia juga yang sering marahin kita saat kita melakukan kesalahan

Namun dialah orang yang selalu memaafkan ketika kita khilaf

Dia adalah Sahabat…….

Sahabat Sejatimu, sahabat sejati kita…

Sahabat yang paling mengerti Keinginan kita…

Tapi … pernah kah kita melakukan hal yang sama padanya…?

Pernahkah kita mengerti kondisinya seperti dia mengerti kita apa adanya..?

Pernahkah kita menangis saat dia sedang sedih..??

Pernah kah kita merayakan hari kebahagiaannya..??

Pernahkah kita berkorban setetes keringat demi melihat dia tersenyum..??

Sahabat Sejati tidak pernah mengharapkan imbalan dari setiap pemberian

Tapi sudahkah kita menjadi sahabat Sejati pada mereka..?

Sahabat yang dirindukkan oleh setiap kawan..!!

Sahabat yang selalu ditangisi saat berpisah,

tertawa saat bersama

Dan sahabat yang selalu  memberi warna-warni dalam kehidupan

Renungkanlah kawan……!!!!

Sudah kita Menjadi “Sahabat Sejati”????

Pengakuan Terakhir

Hingga pada saatnya diri ini menemukan dirimu..

Tak seorang pun tahu keberadaanmu..

Bahkan hubungan  yang lama terjalin tertutup rapat

Tidak terbesik oleh mereka…

Dirimu yang ku sembunyikan dalam palung hati yang dalam

Dirimu yang ku rahasiakan dari mereka

Kini masih tetap terkunci oleh lisan dan sikap…

Diam ku, dingin ku membuat mereka bertanya-tanya hingga pada titik jenuh

Sampai akhirnya mereka pun melupakan diriku

Entah sampai kapan diriku akan menyembunyikan mu

Entah sampai kapan  hati tertutup pada mereka

Hingga pada saatnya ku coba tuk berpaling darimu

Hingga pada saatnya ku coba terjaling dengan beberapa dari mereka

Hanya tuk mengubah sebuah status palsu ku

Namun, dirimu tetap yang terindah

Dan ketika mereka bertanya tentang hati ini,

Lagi-lagi ku hanya bisa terdiam,

karena diri yang tak terbiasa tuk promosikan sang pujaan

Maaf..

mungkin ini yang bisa disampaikan pada setiap hati

yang meniginginkan hati ini

Maaf buat dirimu atas perselingkuhan yang sempat terjadi

Maaf  Jika pengakuan terakhir ini membuat hati teriris

Hingga pada saatnya, di penghujung akhir tahun nanti

Ku akan menemuimu…

ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR GALI

DI KELURAHAN  WAIHAONG DAN SILALE KECAMATAN NUSANIWE KOTA AMBON

 

ABSTRAK


RUSDA LEIKAWA

Mahasiswi Alumni FMIPA Kimia Universitas Pattimura Ambon

Email : roesda_leikawa@yahoo.com

Telah dilakukan analisis kualitas sumur air gali di kelurahan Waihaong dan Silale Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon ditinjau dari pH, Salinitas NH3, NO3 dan Fe dengan menggunakan metode spektrofotometer Uv-ViS  dan refraktometer tangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan NH3 tertinggi terdapat pada lokasi  Waihaong (sampel 1) 43,44 mg/L. Kandungan NO3 tertinggi terdapat pada lokasi Waihaong (sampel 1) 249,32 mg/L. Kandungan Logam Fe terdapat pada lokasi Silale (sampel 2) 0,325 mg/L. Sementara Salinitas tidak terdeteksi. Berdasarkan persyaratan kualitas air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tahun 2010, maka air sumur gali kelurahan Waihaong dan Silale Kecamatan Nusaniwe kurang layak digunakan untuk dijadikan bahan baku air minum karena dari hasil uji amonia, nitrat dan kadar Fe pada lokasi Silale kadarnya melebihi nilai maksimum  yang telah ditetapkan sedangkan untuk lokasi Waihaong kadar Fe masih diperbolehkan.

Kata Kunci : Air, sumur gali, NH3, NO3, Fe, pH dan salinitas

 

 

Lebah Ku

Mencintai mu adalah anugerah untukmu, tapi musibah untukku

Setelah kau mengalihkan pandagan ku

Pelang pelang kau menculik hati dan pikiran ku…

Kau menguasahi diriku

Terasa sakit yang amat dalam, bila meridukan dirimu

Karena tak dapat menemuimu

Namun, Bahagia itu berpihak lagi

saat bersamamu

Mencintaimu adalah musibah untuk ku

Engkau telah menyerang hatiku

Membuat jantung berdebar

Membuat Hati ini merindu

Begitu Hebatnya,,, begitu Dahsyatnya…

Rasa yang datang menghampiri

Saat Diri ini benar-benar ingin bersua dengan mu

Namun, Mencintaimu adalah musibah untuk ku

Karena kau bukan pilihan

Karena lidah tak berani berkata

Sementara hati terlanjur kau culik

Dan hanya bisa merasa

Kembalikan Hatiku yang dulu

Pergilah Dari pikiranku

Karena mencintaimu adalah musibah untuk ku

Karena kita tak mungkin bersama

Namun,  terimalah kata terakhir ini

“Kau menang”

“Kau menang”

“Kau menang”

“Kau mampu Mengalihkan ku”

Pergi  Pergilah ke dunia mu

Dan biarkan rasa itu sebagai pelajaran hati

Terimakasi Lebah ku..

Ijinkanlah  Diriku

Jadikan Dirimu Sebagai Guruku

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.